Dear #1,
Dulu disaat kau padam, aku tak pernah memandangmu sebagai cahaya. .
tak pernah ku anggap kau sebagai cahaya lilin sekalipun,,tak pernah sadari jika dirimu selalu menyinari...
dan ketika ku pergi bersama cahaya lain,,kau mulai berpijar laksana sang surya di pagi hari.
Ku coba untuk hangatkan tubuh tapi kau meredup jadi petang,,ku utarakan perasaan lewat lagu,,
lalu kau menampiknya sebagai ketulusan....
Dan kini kau tinggalkan aku di kutub bersama dinginnya air dan sepi tanpa mentari. .
begitu lamanya menunggu kehangatan itu menghapiri,,air mata sudah membeku,detak jantung sudah melambat,,bukan mulut lagi yang selalu menyebut namamu,,tapi juga hati ini ikut mengutarakannya...
Aku tak sanggup jika harus membelah bumi untuk mendapatkan kehangatan dari cahayamu,,
aku tak ingin menggantikanmu dengan cahaya lain. . karena bagiku kau #1.
Apa jadinya dunia bila ku tak senyum dalam pelukku...aku ingin selalu kau sentuh..
ketidaksadranku akan cahayamu,,membuatku terpenjara dalam dinginnya sepi ini. . .
perlahan jadi gila,,,hanya do'a harapnku kali ini,,karena sudah beribu-ribu tindakan aku lakukan untuk bersamamu....
Hanya #1,,,hanya kamu,,,
karena hanya #1 mentari yang menyinari bumi.. .
"In this life we cannot do great things. We can only do small things with great love...I always do this for you...."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar